Sebuah Web Literasi Dakwah Berkemajuan

Bagian dari Dakwah Muhammadiyah Berkemajuan di Pacitan .

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jemput Zakat

Pelayanan untuk Muzakki.

Jumat, 27 Maret 2026

Keutamaan Hari Jumat


Ramadhan berlalu, masuk bulan Syawal saat yang tepat untuk memulai kembali untuk istiqomah menjalankan perintah-Nya yang telah kita lakukan di bulan Ramadhan. Alhamdulillah, diberikan kesempatan ber-hari Jum'at, untuk recharging semangat kita untuk beribadah di Jumat pernuh berkah.

Hari Jumat (Yaumul Jumu'ah) adalah hari yang sangat istimewa dalam Islam, sering dijuluki sebagai Sayyidul Ayyam atau "Rajanya Hari". Nama "Jumat" sendiri berasal dari bahasa Arab al-jum'ah yang berarti berkumpul, merujuk pada tradisi umat Muslim berkumpul untuk beribadah. 

Keutamaan Hari Jumat

Berdasarkan berbagai sumber hadis dan ajaran Islam, berikut adalah beberapa alasan mengapa hari Jumat begitu mulia:

Hari Paling Baik: Rasulullah SAW menyebutkan bahwa hari terbaik di mana matahari terbit adalah hari Jumat.

Peristiwa Besar: Allah menciptakan Nabi Adam, memasukkannya ke dalam surga, dan mengeluarkannya ke bumi pada hari Jumat.

Hari Kiamat: Hari kiamat juga diyakini akan terjadi pada hari Jumat.

Waktu Mustajab: Terdapat waktu khusus (antara Ashar hingga Maghrib) di mana doa seorang hamba tidak akan tertolak. 

Amalan yang Dianjurkan

Untuk memaksimalkan keberkahan di hari ini, umat Islam dianjurkan melakukan beberapa amalan: 

Mandi Jumat: Mandi sunnah sebelum berangkat melaksanakan salat Jumat.

Membaca Surat Al-Kahfi: Dianjurkan untuk membaca surat ini agar mendapatkan cahaya perlindungan dari Allah hingga Jumat berikutnya.

Memperbanyak Selawat: Berselawat kepada Nabi Muhammad SAW sepanjang hari.

Sedekah: Memperbanyak berbagi kepada sesama sebagai bentuk syukur.

Kebersihan Diri: Memotong kuku, mencukur kumis, serta menggunakan wangi-wangian (bagi laki-laki) saat menuju masjid. 

Selain sebagai hari ibadah, saat ini pemerintah juga tengah mendiskusikan opsi kebijakan Work From Home (WFH) pada hari Jumat untuk meningkatkan produktivitas dan keseimbangan hidup karyawan. 

[Ambyah]



diaolah dari Mode AI dengan prompt : hari jumat



Kamis, 26 Maret 2026

Teks Khutbah Jumat : Menjalin dan Menjaga Silaturahim

Silaturahmi di bulan Syawal merupakan tradisi penting, terutama di Indonesia, yang berfungsi sebagai momen peningkatan (penyambungan kembali) tali persaudaraan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah Ramadan. 

Berikut adalah poin-poin utama mengenai silaturahmi di bulan Syawal:

1. Makna dan Filosofi

Peningkatan Kedekatan: Nama "Syawal" sendiri secara harfiah berarti "peningkatan", sehingga silaturahmi di bulan ini dimaknai sebagai upaya meningkatkan hubungan sosial dan keagamaan.

Pembersihan Hati: Menjadi momen saling memaafkan (halalbihalal) untuk membersihkan hati dari dendam atau kesalahan masa lalu.

Spiritual Reunion: Dianggap sebagai ajang reuni spiritual untuk memperkuat ikatan kekeluargaan, kemasyarakatan, dan keislaman. 

2. Manfaat dan Keutamaan

Berdasarkan dalil-dalil agama, bersilaturahmi memiliki beberapa keutamaan utama: 

Melapangkan Rezeki: Sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW, silaturahmi menjadi jalan bagi Allah untuk memperluas rezeki hambanya.

Memperpanjang Umur: Keberkahan umur dan kesehatan sering kali dikaitkan dengan terjaganya hubungan baik antar sesama.

Mendapatkan Rida Allah: Silaturahmi merupakan tanda orang beriman yang bertaqwa, yang mendatangkan kasih sayang dan rahmat dari Allah SWT.

Jalan Menuju Surga: Menjadi salah satu amalan yang dapat menjauhkan seseorang dari api neraka dan memasukkannya ke surga. 

3. Tradisi di Indonesia

Halalbihalal: Tradisi khas Indonesia sejak tahun 1920-an yang melibatkan kunjungan ke rumah saudara, tetangga, hingga kerabat kerja.

Berbagi dan Berkumpul: Diwarnai dengan berbagi makanan (seperti tradisi grebeg syawal atau bancaan) dan pemberian santunan sebagai bentuk kasih sayang.

Ziarah Kubur: Selain mengunjungi yang masih hidup, masyarakat umumnya melakukan ziarah ke makam keluarga yang telah tiada untuk mendoakan mereka. 

4. Esensi Silaturahmi yang Sebenarnya

Penting untuk dipahami bahwa makna silaturahmi yang paling utama menurut sebagian ulama adalah menyambung kembali hubungan yang sempat putus atau renggang, bukan sekadar berkunjung ke teman yang hubungannya memang sudah baik. 

Berikut adalah teks khutbah Jumat (8 Syawaal 1447 H) yang berjudul Menjalin dan Menjaga Silaturahim dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, yang diterbitkan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bantul DIY, untuk mengunduh file PDF, klik di sini.

[Ambyah]



Diolah dan diedit dari Mode AI dengan prompt : tentang silaturahmi di bulan syawal

Rabu, 25 Maret 2026

Puasa Sunnah di Bulan Syawal

 

Pelaksanaan puasa sunah enam hari di bulan Syawal merupakan amalan yang sangat dianjurkan (sunah muakkadah) dalam pandangan Muhammadiyah, merujuk pada tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid.

Berikut adalah uraian mendalam mengenai tata cara, hukum, dan perspektif Muhammadiyah mengenai ibadah ini.

1. Landasan Hukum dan Keutamaan

Muhammadiyah mendasarkan kesunahan puasa Syawal pada hadis sahih riwayat Muslim: "Barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh".

Secara matematis, Majelis Tarjih menjelaskan bahwa setiap satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Dengan demikian, 30 hari puasa Ramadan setara dengan 300 hari, ditambah 6 hari puasa Syawal yang setara dengan 60 hari, sehingga totalnya adalah 360 hari (satu tahun penuh dalam kalender Hijriah).

2. Waktu dan Tata Cara Pelaksanaan

Menurut fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah, terdapat fleksibilitas dalam pelaksanaannya:

Waktu Mulai: Puasa dapat dimulai pada tanggal 2 Syawal, karena pada 1 Syawal (Idulfitri) hukumnya haram untuk berpuasa.

Metode Pelaksanaan:

Berturut-turut: Dilakukan langsung selama enam hari sejak tanggal 2 Syawal. Cara ini dianggap lebih utama (afdal) karena menunjukkan sikap bersegera dalam kebaikan (musara'ah fil khairat).

Terpisah-pisah: Boleh dilakukan secara acak (tidak berurutan) selama masih di dalam bulan Syawal. Muhammadiyah memberikan kebebasan bagi umat untuk memilih cara yang paling memungkinkan sesuai kondisi masing-masing.

3. Dilema Qadha Ramadan vs. Puasa Syawal

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah mana yang harus didahulukan antara membayar utang puasa Ramadan (qadha) atau puasa Syawal. Pandangan dalam lingkungan Muhammadiyah cenderung sebagai berikut:

Mendahulukan yang Wajib: Sangat dianjurkan untuk menyelesaikan qadha Ramadan terlebih dahulu. Hal ini karena perintah membayar utang puasa bersifat wajib, sedangkan puasa Syawal adalah sunah.

Kesempurnaan Pahala: Redaksi hadis menyebutkan "kemudian diikuti", yang secara tekstual mengisyaratkan bahwa puasa Ramadan harus genap terlebih dahulu agar seseorang mendapatkan pahala seperti puasa setahun penuh.

Penggabungan Niat: Meski ada pendapat ulama yang membolehkan penggabungan niat (tasyrik), Muhammadiyah melalui berbagai penjelasan kadernya menyarankan pemisahan niat untuk menjaga kehati-hatian ibadah, kecuali jika waktu Syawal sudah hampir habis dan utang qadha belum selesai.

4. Niat dan Praktik Ibadah

Berbeda dengan puasa wajib yang niatnya harus dilakukan di malam hari (tabyit), niat puasa sunah Syawal dapat dilakukan pada pagi hari (sepanjang belum makan, minum, atau melakukan pembatal puasa lainnya). Niat cukup dihadirkan dalam hati untuk menjalankan perintah Allah.

5. Signifikansi dalam "Islam Berkemajuan"

Bagi Muhammadiyah, puasa Syawal bukan sekadar rutinitas ritual, melainkan manifestasi dari istiqamah. Melaksanakan puasa sunah setelah menunaikan kewajiban besar di bulan Ramadan merupakan bukti keberhasilan "Madrasah Ramadan" dalam membentuk karakter takwa yang berkelanjutan.

Ibadah ini juga berfungsi sebagai penyempurna (seperti salat rawatib terhadap salat fardu) untuk menambal kekurangan yang mungkin terjadi selama puasa Ramadan.

Semoga kita semua dapat melaksanakan ibadah sunnah puasa 6 hari di bulan Syawal tahun ini. Semoga Alloh memberikan kemudahan kepada kita semuanya. Aamiin.

[Ambyah]








Tulisan dibuat dengan prompt mode AI : buatlah narasi dan uraian 1500 kata tentang puasa sunnah di bulan syawal menurut muhammadiyah 


Senin, 23 Maret 2026

Infaq dan Sedekah Pasca Ramadhan



Infaq dan sedekah setelah bulan Ramadhan (pasca-Ramadhan) merupakan ujian sesungguhnya bagi seorang Muslim untuk menjaga istiqomah (konsistensi) dalam beribadah. Meskipun pahala di bulan Ramadhan sangat istimewa, semangat berbagi tidak boleh berhenti saat bulan suci berakhir. 

Berikut adalah poin-poin penting mengenai infaq dan sedekah pasca-Ramadhan:

1. Menjaga Konsistensi (Istiqomah)

Bukti Ketakwaan: Melanjutkan kebiasaan sedekah setelah Ramadhan adalah salah satu tanda amal ibadah di bulan puasa diterima oleh Allah SWT.

Keberlanjutan: Berinfak tidak harus dalam jumlah besar, namun yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara rutin atau konsisten (dawam). 

2. Bentuk-Bentuk Sedekah Pasca-Ramadhan

Sedekah Jariyah: Melanjutkan kontribusi untuk pembangunan sarana ibadah atau pendidikan yang manfaatnya terus mengalir, seperti melalui Lazismu.

Sedekah Subuh: Mengawali hari dengan berbagi, yang dipercaya dapat mendatangkan keberkahan dan doa dari malaikat di pagi hari.

Donasi Digital : Memanfaatkan kemudahan aplikasi online atau pemindaian QRIS untuk menyalurkan infaq secara praktis kapan saja. I

3. Saluran Penyaluran Resmi

Untuk memastikan infaq dan sedekah Anda tepat sasaran dan dikelola secara akuntabel, Anda dapat menyalurkannya melalui lembaga resmi seperti: 

Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU), juga kepada Lembaga Amil Zakat yang lain yang memiliki program berkelanjutan pasca-Ramadhan. 

4. Manfaat yang Tetap Berlanjut

Meskipun dilakukan di luar Ramadhan, sedekah tetap memiliki keutamaan luar biasa, di antaranya:

Menyucikan Harta: Menghapus dosa dan membersihkan diri dari sifat kikir.

Investasi Akhirat: Seperti menanam pohon yang buahnya akan dipetik di masa depan.

Menolak Bala: Menjadi wasilah perlindungan dari kesulitan hidup. 

Ingin tetap berinfaq dan bersedekah dari mana saja, berapa pun  dan kapan pun melalui Lazismu, klik di sini.

[Ambyah]




Tulisan diolah dari mode AI dengan prompt : infaq dan sedekah pasca ramadhan.



Minggu, 22 Maret 2026

LAZISMU Pacitan Himpun Lebih dari 400 juta Rupiah Untuk Program Ramadhan 1447 H.

Lazismu Daerah Pacitan berhasil melakukan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebanyak Rp. 404.115.776,- selama bulan Ramadhan 1447 H. Masyarakat Pacitan memiliki kesadaran yang cukup besar dalam menunaikan ZIS jika melihat pencapaian penghimpunan yang mencapai angka lebih 80 juta rupiah dibanding dengan penghimpunan Lazismu tahun lalu. 

Ketua Pengurus Daeah Lazismu Pacitan, Agus Hadi Prabowo mengungkapkan bahwa angka penghimpunan ini bisa dicapai berkat andil dari semua pihak, baik muzaki yang menunaikan ZIS maupun amil yang melakukan penghimpunan dana ZIS tersebut. "Angka ini menunjukkan bahwa muzaki yang memercayakan pembayaran ZIS-nya melalui Lazismu Pacitan cukup bagus.  Alhamdulillah, mudah-mudahan semakin banyak muzaki yang mempercayakan zakatnya pada kami, kami optimis akan hal ini," harap Agus.

Jumlah penghimpunan tersebut merupakan akumulasi dari perolehan zakat fitrah, zakat maal, infak program, dan infak tidak terikat. Ibnu, Staf Keuangan Lazismu Daerah Pacitan pun merinci angka yang berhasil diperolah. "Zakat fitrah yang terhimpun sejumlah Rp. 87.592.100, zakat maal Rp. 45.700.176, infak tidak terikat Rp. 270.821.500, dan dan beras zakat fitrah seberat 446 kilogram," ungkapnya.

Penghimpunan ini, tambah Ibnu, didukung oleh 4 Kantor Layanan Lazismu (KLL) di Pimpinan Cabang Muhammadiyah yang ada di wilayah Pacitan. "Penghimpunannya dilakukan oleh Lazismu Daerah bersama 4  KLL dan relawan yang tersebar di lokasi Amal Usaha Muhammadiyah se Kabupaten Pacitan," tambah Ibnu..

Sementara itu, Agus Ketua Lazismu Daerah Pacitan menjelaskan, dana yang terhimpun disalurkan melalui program-program seperti Tebar Takjil,  Back To Masjid, dan Program Indonesia Siaga. Ia pun menegaskan, Lazismu Daerah Pacitan selalu melaporkan penyaluran dana ZIS yang telah dipercayakan oleh muzaki melalui media sosial dan website yang ada.

"Untuk setiap dana yang terhimpun insya Allah kami selalu ada pelaporannya dan catatannya. Program-program di Lazismu Pacitan juga jelas sifatnya memberdayakan masyarakat. Karena tujuan besar Lazismu bukan hanya memberikan bantuan saja, tapi mengupayakan mustahik kelak dapat berubah menjadi muzaki, apalagi tiap tahun Lazismu Pacitan dilakukan Audit Syariah dan Audit Keuangan," terang Agus.

[Ambyah]