Bersedekah di Saat Ekonomi Tidak Menentu


Infak
adalah tindakan mengeluarkan atau membelanjakan sebagian harta yang dimiliki/kuasai untuk kebaikan di jalan Allah SWT, sementara sedekah memiliki makna yang jauh lebih luas, mencakup segala bentuk kebaikan, pertolongan, maupun pemberian yang dilakukan secara ikhlas, baik berupa harta benda maupun non-materi.

Konsep sedekah yang dilaksanakan ini adalah bentuk amal ibadah dan amal kebaikan, yang sangat dianjurkan dalam Islam dengan ragam perbuatan yang lebih luas daripada zakat atau infak.

Sedekah dalam bentuk harta ataupun bentuk lain dapat dilakukan kapanpun dan situasi apapun, termasuk dikala susah dalam situasi ekonomi sulit, sedekah tidak dikaitkan dengan jumlah dan waktu dari harta yang dimiliki secara langsung.

Memang berat dan tidak mudah, sedekah harta di masa ekonomi sulit, namun justru di situlah letak keutamaannya yang luar biasa, sedekah yang kita lakukan menjadikannya bukti ketakwaan dan keteguhan iman kepada Allah SWT.

Dari Abu Hurairah dan ‘Abdullah bin Hubsyi Al Khots’ami, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya sedekah mana yang paling afdhol. Jawab beliau,

جَهْدُ الْمُقِلِّ

Sedekah dari orang yang serba kekurangan.” (HR. An Nasai no. 2526. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Hadits di atas ada beberapa tafsiran, ada ulama yang mengatakan maksudnya adalah keutamaan sedekah saat susah; ada pula yang mengatakan bahwa sedekah tersebut dilakukan dalam keadaan hati yang senantiasa “ghina” yaitu penuh kecukupan.

Ada juga yang mengatakan maksudnya adalah bersedekah dalam keadaan miskin dan sabar dengan kelaparan.

Dalam beberapa riwayat hadits yang menyatakan keajaiban sedekah di saat sulit adalah sebagai : penguat iman, pembuka pintu rezeki tak terduga, penghapus dosa, dan penolak bala, karena menunjukkan ketawakalannya kepada Allah SWT meskipun dalam kekurangan, yang dijanjikan akan dibalas dengan kelapangan, keberkahan, ketenangan batin, dan pahala berlipat ganda, bahkan lebih besar dari sedekah saat lapang.

Kadang hidup terasa berat, penghasilan pas-pasan, kebutuhan terus bertambah, dan hati pun lelah mencari cara agar semua tetap terpenuhi. Namun di titik itulah Allah SWT sedang menguji bukan soal seberapa banyak yang kita punya, tapi seberapa besar keyakinan kita kepada-Nya

Karena sedekah bukan tentang nominal, tapi tentang hati - bukan tentang cukup atau tidak cukup, tapi tentang percaya bahwa Allah tidak pernah mengecewakan hamba yang berbaik sangka.

Tangan yang memberi walau sedang kesulitan, adalah tangan yang kelak akan Allah cukupkan… bahkan berlipat-lipat dari arah yang tak disangka-sangka.

Sedekah saat sulit adalah investasi spiritual yang luar biasa, menunjukkan kualitas ketaatan yang tinggi dan dijanjikan balasan setimpal dari Sang Pemberi Rezeki.

Semoga Allah lapangkan rezeki, kuatkan langkah, berkahkan hidup, dan mudahkan setiap urusan kita. Aamiin


Rekening Lazismu Pacitan - Bank BSI

Zakat : 7258646015

Infaq : 7258646287

Rekening Kemanusiaan : 7788812137


Konfirmasi Transfer : 085335366070

Jl. Cokroaminoto no. 15 Pacitan

https://lazismupacitan.org







 

Sumber tulisan/artikel di atas, pernah diterbitkan https://www.grahadhuafa.org/blog/sedekah-dikala-susah-berat-dan-tidak-mudah dan https://rumaysho.comhttps://rumaysho.com/5740-sedekah-saat-susah.html/5740-sedekah-saat-susah.html

 

Refleksi Milad ke-109 ’Aisyiyah : Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian


Pimpinan Daerah ’Aisyiyah (PDA) Kabupaten Pacitan menggelar resepsi Milad ke-109 ’Aisyiyah yang berlangsung khidmat dan semarak pada Sabtu (27/6) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pacitan yang dihadiri 200 orang.

Peringatan milad tahun ini mengusung tema besar "Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan Untuk Mewujudkan Perdamaian"

Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pacitan, perwakilan Organisasi Otonom (ORTOM) tingkat daerah, dan pengurus Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Pacitan.

Kegiatan resepsi ini juga dihadiri para tokoh senior care ’Aisyiyah dan Muhammadiyah yang turut menambah kekhidmatan acara, memberikan suntikan motivasi serta pesan-pesan ideologis bagi generasi penerus.

Ketua PDA Kabupaten Pacitan Supatmini, menegaskan bahwa perlunya sinergi bagi organisasi wanita berkemajuan demi kemajuan umat.

“Dakwah ’Aisyiyah harus menyentuh persoalan riil di masyarakat dengan mengedepankan prinsip kasih sayang, toleransi, dan kepedulian sosial, melalui penguatan dakwah kemanusiaan ini, ’Aisyiyah Pacitan berkomitmen menciptakan tatanan kehidupan yang damai, berkeadilan, dan mencerahkan bangsa,” ujar Supatmini di hadapan peserta resepsi. 

Supatmini juga memaparkan berbagai kegiatan yang dilaksanakan PDA dalam rangka Milad 109 Aisyiyah, kegiatan tersebut antara lain : Festival Anak Bustanul Athfal (FABA) IGABA Pacitan dan ‘Aisyiyah berbagi untuk sesama bekerja sama dengan LAZISMU Pacitan.  

Pada kesemptan ini, diserahkan piala kejuaraan yang diperoleh Siswa BA Pacitan dalam kegiatan FABA  Tingkat Provinsi Jawa Timur, yaitu juara III lomba adzan dan juara harapan IV lomba senam anak Indonesia hebat. 

Dalam akhir sambutannya Supatmini menjelaskan tentang rencana kegiatan Aisyiyah mendatang, “Setelah kami menyelesaikan proses pembelian dan rehab bangunan untuk Gedung Dakwah Aisyiyah, kami berencana membangun Gedung Pesantren Putri yang juga Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa di atas tanah wakaf yang berlokasi di Kauman, utara Masjid Agung Pacitan, sebagai sarana memperkokoh dakwah kemanusiaan persyarikatan.”

Kemudian, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Suprayitno Ahmad, dalam pidato sambutan, mengharapkan  seluruh warga ‘Aisyiyah khususnya dan kita semua untuk selalu menambah syukur kepada Allah dalam bentuk ibadah dan amal kebajikan.

“Arah dari tema milad Aisyiyah ini untuk mewujudkan kesejahteraan, sebagai upaya memperkuat dakwah dan kemanusiaan, sesungguhnya keagamaan itu penting, tetapi kemanusiaan itu jauh lebih penting,” ujar Suprayitno, sembari mengutip satu pesan bapak KH. Quraish Shihab, bahwa jika orang mempunyai keagamaan kuat, akan tetapi tidak memiliki kemanusiaan maka tidak disukai oleh Alloh.

Sebelum mengakhiri kegiatan refleksi Milad 109 Aisyiyah ini dilakukan makan bakso bersama sajian dari Lazismu.

[others]


 

Rekening Lazismu Pacitan - Bank BSI

Zakat : 7258646015

Infaq : 7258646287

Rekening Kemanusiaan : 7788812137


Konfirmasi Transfer : 085335366070

Jl. Cokroaminoto no. 15 Pacitan

https://lazismupacitan.org

 

 




SMA Muhammadiyah Borong Apresiasi Beasiswa Jatim


Komitmen SMA Muhammadiyah Pacitan dalam memperluas akses pendidikan melalui berbagai program beasiswa mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara pemberian apresiasi kepada SMA, SMK, perguruan tinggi swasta, dan unsur Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Gedung Grahadi, Surabaya, Jumat (19/6/2026).

Penghargaan diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap lembaga pendidikan yang dinilai aktif menghadirkan beasiswa penuh maupun potongan biaya pendidikan bagi siswa sehingga kesempatan belajar semakin terbuka bagi masyarakat.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa pemerataan pendidikan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk sekolah swasta yang memiliki kepedulian terhadap peserta didik dari keluarga kurang mampu.

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang secara konsisten menjalankan program bantuan pendidikan sebagai upaya mencerdaskan generasi bangsa.

"Pendidikan adalah hak seluruh anak bangsa. Kami mengapresiasi sekolah yang menghadirkan program beasiswa dan membuka akses pendidikan bagi masyarakat luas. Langkah ini sejalan dengan semangat membangun Jawa Timur yang maju dan berkeadilan," ujar Khofifah.

Salah satu sekolah yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah SMA Muhammadiyah Pacitan. Selain dikenal memiliki sejumlah program beasiswa, sekolah ini juga mengembangkan pembinaan karakter melalui program Tahfidz Al-Qur'an yang dilaksanakan secara rutin setiap pagi.

Dalam pelaksanaannya, siswa dibimbing oleh ustaz dan ustazah sesuai kemampuan masing-masing. Peserta didik yang belum lancar membaca Al-Qur'an mendapatkan pendampingan hingga mampu membaca dengan baik sebelum diarahkan untuk menghafal.

Sementara itu, siswa yang telah memiliki kemampuan membaca Al-Qur'an difokuskan pada peningkatan kualitas serta jumlah hafalan. Pendekatan bertahap tersebut diterapkan agar seluruh siswa memperoleh kesempatan belajar yang sama.

Kepala SMA Muhammadiyah Pacitan, Syafindra Fajar Muqorrobin, S.Pd., mengatakan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi motivasi untuk terus meningkatkan layanan pendidikan yang inklusif.

"Kami ingin memastikan bahwa biaya bukan menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan. Melalui berbagai program beasiswa, kami berupaya memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat berkembang sesuai potensinya," kata Syafindra.

Ia menjelaskan, sekolah saat ini menjalankan sedikitnya empat jalur beasiswa utama. Pertama adalah Beasiswa Tahfidz 1 Juz yang memberikan pembebasan infaq selama satu semester bagi siswa yang memenuhi persyaratan dan lulus uji hafalan.

Selain itu, tersedia Beasiswa Prestasi Akademik dan Nonakademik bagi siswa yang meraih pencapaian dalam berbagai kompetisi, termasuk olimpiade, olahraga, seni, maupun ajang lainnya.

SMA Muhammadiyah Pacitan juga menyediakan Beasiswa Yatim atau Piatu sebagai bentuk dukungan kepada siswa yang kehilangan orang tua, serta Beasiswa Siswa Kurang Mampu bagi pelajar dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Menurut Syafindra, seluruh program tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk menghadirkan pendidikan yang dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.

"Kami berharap sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan terus terjalin sehingga semakin banyak lahir generasi yang berprestasi, berkarakter, dan berakhlak mulia. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan pengabdian di bidang pendidikan," tuturnya.

Dengan apresiasi yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, SMA Muhammadiyah Pacitan berharap program beasiswa dan pembinaan karakter yang telah berjalan dapat terus berkembang serta memberikan manfaat lebih luas bagi peserta didik dan masyarakat. (Rds).






Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "SMA Muhammadiyah Borong Apresiasi Beasiswa Jatim", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/ahyarfauzan8025/6a35b534ed641524013ceb52/sma-muhammadiyah-borong-apresiasi-beasiswa-jatim?page=2&page_images=1

Foto : https://tagar.co/gubernur-jatim-apresiasi-empat-jalur-beasiswa-di-smam-pacitan/





Di Bawah Bayang-Bayang "Godzilla El Nino"


BMKG  menyatakan bahwa wilayah Indonesia bersiap menghadapi ancaman fenomena perubahan iklim ekstrem El Nino yang diprediksi sangat menguat hingga kategori ekstrim pada paruh kedua tahun 2026.

 

Karena ekstrimnya perubahan iklim ini sebagian ahli menyebutnya sebagai,  "Godzilla El Nino" karena merujuk pada El Nino super atau berskala sangat ekstrem, di mana suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik meningkat sangat drastis (hingga mencapai 2,5°C atau lebih di atas normal), godzilla adalah julukan tokoh pada film animasi dari karakter monster raksasa yang masif dan merusak.  

 

Kondisi tersebut memerlukan perhatian serius dari kita semua karena berpotensi memicu kekeringan berkepanjangan, krisis air bersih, gagal panen, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan, di saat ekonomi masyarakat sedang kesulitan.

 

Di wilayah Kabupaten Pacitan, sebagaimana dilansir oleh Times Indonesia, sebanyak 34 desa di Pacitan terancam krisis air bersih saat musim kemarau. BPBD siagakan armada tangki dan waspadai potensi kekeringan yang diperkirakan memuncak Agustus-September 2026.

 

Daerah-daerah rawan krisis air bersih tersebar di sejumlah kecamatan, meliputi Donorojo, Punung, Pacitan, Arjosari, Tulakan, Sudimoro, Ngadirojo, hingga Tegalombo.



Kita yang berada di daerah perkotaan – dataran rendah, ketersediaan air bersih mungkin masih mudah diakses dan didapat biarpun debitnya berkurang.

 

Namun, pemandangan berubah ketika kita berada di beberapa kawasan di Pacitan kita melihat warga yang kesulitan mendapatkan dan akses air bersih untuk kebutuhan dasar hidup.

 

Hingga saat ini, beberapa desa yang belum memiliki sumber air layak, seperti sumur bor atau sumber mata air yang memadai dan layak untuk mencukupi kebutuhan harian, karena memang secara geografis dan geologis tidak memungkinkan.

 

Ketika kemarau tiba, perjuangan mereka untuk mendapatkan setetes air bersih menjadi berkali-kali lipat lebih berat, sehingga kejadian kelangkaan air bersih senantiasa berulang.

 

Di tengah ancaman "Godzilla El Nino" yang semakin nyata, kebutuhan akan akses air bersih menjadi kian mendesak, dan inilah momentum tepat bagi kita untuk menunjukkan kepedulian nyata untuk membantu sesama dengan menghadirkan solusi melalui program Sedekah Air Bersih bersama Lazismu Pacitan.

 

Lazismu Pacitan - Bank BSI

Rekening Kemanusiaan : 7788812137

Konfirmasi Transfer : 085335366070

Jl. Cokroaminoto no. 15 Pacitan

https://lazismupacitan.org

 

[Ambyah]

 

 



 

Referensi :

https://timesindonesia.co.id/peristiwa-daerah/592981/kemarau-datang-34-desa-di-pacitan-berpotensi-krisis-air


https://www.ipb.ac.id/news/index/2026/04/el-nino-godzilla-diprediksi-terjadi-mengapa-masih-hujan-ini-penjelasan-dosen-ipb-university/


 

Kader Muhammadiyah Raih Kalpataru 2026, Gerakan Sedekah Sampah Berbasis Masjid Diakui Nasional



MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Kader Muhammadiyah sekaligus Staff Personalia, Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta, Ananto Isworo, resmi ditetapkan sebagai salah satu penerima Penghargaan Kalpataru 2026.


Kalpataru merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan pemerintah kepada individu maupun kelompok yang menunjukkan dedikasi luar biasa dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan. Penghargaan ini diberikan kepada para pejuang lingkungan yang secara konsisten melakukan aksi penyelamatan, pelestarian, serta pemberdayaan masyarakat di bidang lingkungan hidup setidaknya selama lima tahun.


Penganugerahan Kalpataru diselenggarakan setiap tahun bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Penghargaan ini mencakup sejumlah kategori, yakni Perintis Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, Penyelamat Lingkungan, Pembina Lingkungan, serta kategori baru Kalpataru Yuvan yang ditujukan bagi generasi muda.


Dalam wawancara daring pada Kamis (11/6), Ananto menyampaikan bahwa pada tahun 2026 terdapat 16 penerima Kalpataru yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ia menerima penghargaan tersebut berkat kiprahnya merintis Gerakan Sedekah Sampah berbasis Eko Masjid yang telah dijalankan sejak tahun 2013.


Menurut Ananto, gerakan tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak hanya dapat diselesaikan melalui pendekatan teknis, tetapi juga melalui pendekatan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat berbasis rumah ibadah.


“Ini saya kira menjadi poin penting bahwa pendekatan penanganan sampah bisa dilakukan melalui pendekatan agama dan berbasis rumah ibadah. Gerakan ini juga telah direplikasi oleh ratusan komunitas. Di Bantul sendiri ada kurang lebih 532 komunitas, kemudian menyebar hingga ke ratusan masjid dan rumah ibadah. Jika dihitung, jumlahnya mencapai sekitar 300 masjid di seluruh Indonesia,” jelas Ananto.


Sebagai kader Muhammadiyah yang aktif di bidang dakwah dan lingkungan hidup, Ananto menaruh harapan besar agar isu lingkungan mendapat perhatian yang lebih luas dan menjadi bagian integral dari gerakan Persyarikatan.


Ia berharap Muhammadiyah dapat memanfaatkan jaringan ribuan masjid, sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, serta berbagai amal usaha yang dimiliki untuk memperkuat budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.


“Saya berharap kita di Muhammadiyah bisa bersama-sama melalui ribuan rumah ibadah dan amal usahanya untuk membawa isu lingkungan ini menjadi sebuah habit, bukan sekadar seremonial untuk meraih penghargaan lingkungan. Tetapi betul-betul menjadi kurikulum pokok di Muhammadiyah sehingga peserta didik dan warga Muhammadiyah memiliki ciri khas dan visi bersama untuk mewujudkan keadilan lingkungan,” ujarnya.


Selain itu, Ananto juga mendorong pemanfaatan aset Persyarikatan secara lebih produktif guna mendukung gerakan pelestarian lingkungan. Salah satunya melalui optimalisasi tanah wakaf untuk mendukung inisiasi program Wakaf Hutan Muhammadiyah.


“Hal itu tentu bisa digunakan secara produktif. Misalnya menjadi kebun bibit dan buah Muhammadiyah, menjadi hutan mini Muhammadiyah, dan lain sebagainya. Dengan demikian akan memberikan dampak terhadap keadilan iklim, mengurangi panas, menyerap emisi karbon, serta menghasilkan oksigen bagi kehidupan,” tuturnya.


Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya dukungan kebijakan dan kepemimpinan di lingkungan Persyarikatan agar gerakan penyelamatan lingkungan dapat berjalan secara lebih masif, terstruktur, dan berkelanjutan. Menurutnya, pimpinan Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam mendorong lahirnya kebijakan dan instruksi yang mampu menggerakkan seluruh amal usaha untuk turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.


Di samping itu, Ananto melihat transisi menuju energi bersih sebagai peluang besar yang dapat diimplementasikan di berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.


“Sangat besar potensinya. Ini bisa dilakukan oleh rumah sakit, perguruan tinggi, misalnya melalui penggunaan lampu tenaga surya untuk taman dan jalan lingkungan, maupun pemanfaatan panel surya untuk kebutuhan energi lainnya. Muhammadiyah sebenarnya sudah memiliki konsep 1000 Cahaya. Tinggal bagaimana memperbanyak dan mereplikasi gerakan itu di seluruh lini yang potensial,” pungkas Ananto. (Bhisma)


Sumber berita : https://muhammadiyah.or.id/2026/06/kader-muhammadiyah-raih-kalpataru-2026-gerakan-sedekah-sampah-berbasis-masjid-diakui-nasional/

Search