Api Hanguskan Rumah Pak Katiran, Lazismu Tanggap Berikan Bantuan

 

“Warga yang rumahnya terbakar bisa jadi mendadak berubah menjadi fakir juga miskin dalam beberapa jam, karena semua harta benda miliknya hangus terbakar dilalap api,” sebuah pesan di WA Grup Lazismu Pacitan.

Pesan di WA grup tersebut adalah respon cepat terhadap informasi di media sosial atas kebakaran yang menimpa rumah keluarga Katiran/Tuimin yang beralamatkan di RT 2 RW 10 Dusun Pule Desa Gondang Kecamatan Nawangan (Jum’at sore, 25/9).

Lokasi rumah yang terbakar relatif terpencil, sepeda motorpun tidak bisa, minimnya peralatan juga tidak adanya persediaan air untuk pemadaman akibatnya seluruh struktur bangunan dan isinya hangus terbakar.

Dari kejadian kebakaran ini Lazismu Pacitan mentasyarufkan ZIS yang telah dihimpun untuk keluarga Katiran/Tuimin secara tunai.

Bantuan diserahkan oleh Ketua Lazismu Pacitan, Agus Hadi Prabowo di Dusun Pule Desa Gondang Nawangan (Sabtu, 03/10).

“Semoga yang Lazismu serahkan hari ini bisa bermanfaat bagi keluarga untuk bisa bangkit kembali dan memulai menata kehidupan keluarga kembali usai mendapat musibah kebakaran,” pesan Agus dihadapan keluarga Pak Katiran usai saat menyerahkan uang tunai.

Berikut video warga yang beredar di media sosial atas kejadian kebakaran rumah Pak Katiran :




Penyerahan bantuan musibah kebakaran adalah merupakan wujud kepedulian sosial dan perhatian dari Muhammadiyah untuk warga yang sedang tertimpa musibah sesuai dengan kemampuan, agar dapat bangkit dan semangat kembali pasca musibah yang dialami.

Musibah kebakaran ini mengingatkan kita untuk terus mengenali bahaya yang bisa menimbulkan kerugian/bencana yang ada di sekitar/lingkungan kita sehingga dapat dikurangi risikonya.

[Ambyah]

 

 

Wujud Kepedulian Lingkungan, Siswa BA 'Aisyiyah Pacitan Belajar Pengolahan Air Bersih

 

Bustanul Athfal Aisyiyah Pacitan menggelar aksi donasi/infaq untuk distribusi air bersih untuk daerah yang terdampak kekeringan.

Kegiatan ini merupakan ini sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap daerah yang mengalami kesulitan air bersih yang melanda di sebagian wilayah Kabupaten Pacitan.

BA Pacitan bekerja sama dengan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Pacitan dan Lazismu Pacitan mendonasikan 4 tangki (16.000 liter) air bersih pada Sabtu (03/10), dengan daerah sasaran yakni di Dusun Pucangrejo dan Pucangmulyo Desa Pucangsewu Pacitan.


Sebelum dilaksanakan penyerahan dan pemberangkatan distribusi air bersih, 117 siswa BA Aisyiyah dan didampingi 12 orang guru, berlajar tentang tata cara pengolahan air bersih, dan mendapatkan penjelasan tentang air bersih di Kantor Perumda Air Minum Pacitan yang dilakukan oleh Petugas PDAM.

Endah Kurnia Dewi menjelaskan, bahwa kedatangan rombongan anak-anak ke kantor PDAM ini merupakan perwakilan dari siswa BA Aisyiyah Pacitan dari Kelas Unggulan Religius.

“Ini adalah bentuk pembelajaran kepada anak-anak proses pengolahan air menjadi bersih dan sehat sampai masuk mengalir ke rumah-rumah layak konsumsi dan juga kepedulian segenap siswa dan guru Bustanul Aisyiyah terhadap dampak krisis air bersih yang sedang melanda dan dihadapi masyarakat akibat musim kemarau yang berkepanjangan, dan diharapkan juga kita semuanya untuk hemat air bersih,” jelas Endah.

Agus Hadi Prabowo, Ketua Lazismu Pacitan menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua/wali siswa BA dan Ibu-ibu Guru yang telah berdonasi air bersih untuk daerah-daerah terdampak kekeringan.

“Semoga amal baik kita semuanya tercatat sebagai pahala jariyah. Alhamdulillah kegiatan donasi air bersih berlangsung dengan lancar. Semoga donasi ini akan bermanfaat bagi warga masyarakat yang membutuhkan, sehingga akan sedikit mengurangi krisis air bersih akibat kemarau panjang,” imbuh Agus.

[Ambyah]

 

 

Bersedekah Air Bersih Bersama Lazismu


 

Air bersih adalah sumber kehidupan, dengan air pula tumbuhdan berkembang makhluk hidup dengan beragam jenisnya termasuk manusia. 

Al Qur'an surat Az-Zumar ayat 21 menyatakan : “Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya,….” 

Begitu vitalnya air bagi kehidupan makhluk khususnya kita manusia, sedemikian hingga jika kita memberikan akses air kepada makhluk Allah SWT sama saja dengan memberikan kehidupan kepadanya. 

Diberitakan di beberapa media di  lokal Pacitan bahwa masyarakat sudah mulai mengalami kesulitan akses air bersih, setidaknya di 97 titik, tentu seiring waktu akan bertambah daerah yang mengalami kesulitan air bersih.

Gerakan Sedekah Air Bersih merupakan salah bentuk nyata kepedulian, perhatian dan empati kita bersama dengan memberikan akses kemudahan air bersih untuk kehidupan, sebagai bagian dari ibadah kita kepada Allah.

Kegiatan penghimpunan gerakan Sedekah Air bersih ini, yang prioritas adalah droping/mendistribusikan air bersih dan tidak menutup peluang untuk membangun infrastruktur seperti sumur bor, tangki air, toren air, pipanisasi air dan depot air isi ulang di lokasi yang mengalami kesulitan akses air bersih.

Kemudian dari pada itu aksi gerakan Sedekah Air Bersih yang dilakukan Lazismu ini merupakan gerak bersama seluruh unsur masyarakat yang peduli dan dalam pelaksanaan kegiatan selalu berkoordinasi dengan dinas/instansi pemerintah terkait khususnya dengan BPBD Pacitan.

[Ambyah]





Lazismu Pacitan - Bank BSI

Rekening Kemanusiaan : 7788812137

Konfirmasi Transfer : 085335366070

Jl. Cokroaminoto no. 15 Pacitan


https://lazismupacitan.org


 


 

Sambang Sambung Silaturahim Untuk Penguatan Kapasitas Relawan Muhammadiyah Rayon 1 Jawa Timur


Silaturahmi Sambang Sambung MDMC Rayon 1 Wilayah Jawa Timur dilaksanakan pada Sabtu – Ahad pagi (25-26/7) bertempat di kawasan Pantai Pancer Door Pacitan.

Kegiatan pertemuan silaturahim ini dihadiri oleh Ketua ataupun pengurus dari MDMC dan Lazismu Rayon 1 yang meliputi Kabupaten/Kota : Nganjuk, Madiun, Ponorogo, Ngawi, Magetan dan Pacitan, juga dihadiri oleh pengurus MDMC Wilayah Jawa Timur Edi Suwito dan Dokter Burhanuddin (Bidang TDRR), dan Bambang SU (Bidang Mitigasi dan Kebencanaan).

Pokok kegiatan MDMC Rayon 1 Wilayah Jawa Timur di Pacitan ini yang dikomandoi oleh Edi Suwito adalah Silaturahmi dan juga penguatan kapasitas relawan Muhammadiyah yang dikemas kegiatan out-door di tepi pantai di saat udara dingin khas musim kemarau.

“Kita di Rayon 1 Jawa Timur, wilayah Madiun dan sekitarnya saling menguatkan dan bersinergi jika diperlukan dengan sesama relawan Muhammadiyah ataupun dengan pihak lain termasuk dengan BPBD, terutama dalam kegiatan-kegiatan mulai dari mitigasi bencana sampai rehabilitasi/rekonstruksi,” papar Edi didampingi Jemy Darmawan Ketua MDMC Pacitan, di hadapan 65 relawan Muhammadiyah yang hadir.

Selama kegiatan peserta mendapatkan materi/pengayaan sebagaimana jadwal berikut : 

Beberapa catatan yang menarik disampaikan oleh Yagus Triarso (Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan) yang menyatakan koordinasi dan kerjasama dengan MDMC/Lazismu.

“Tanpa ada MoU secara formal kami BPBD Kabupaten Pacitan selalu saling koordinasi dengan MDMC ataupun dengan Lazismu Pacitan pada saat pra bencana, saat bencana dan pasca bencana yang terjadi, karena secara geologis daerah Pacitan rawan terjadi bencana alam, kiprah terakhir yang dilakukan oleh Muhammadiyah (MDMC dan Lazismu) atas rekomendasi kami adalah rekonstruksi rumah yang rusak akibat gempa kekuatan magnitudo sekitar 6,4 bulan Pebruari lalu,” jelas Yagus.

Materi berikutnya di tengah udara dingin disampaikan oleh Agus Hadi Prabowo – Ketua Lazismu Daerah Pacitan, yang menyoroti masalah komunikasi kebencanaan.

Agus menjelaskan, “Secara umum potensi bencana alam ada di sekitar kehidupan kita, pada intinya seluruh proses komunikasi mulai dari masa mitigasi/kesiapsiagaan adalah penyampaian pesan yang krusial untuk menyelamatkan jiwa, mengkoordinasikan bantuan, dan memulihkan kondisi sosial pada tahap darurat serta rehabilitasi, agar tidak terjadi saling menyalahkan dan memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi dan kelompok.”

Terkait dengan peran Lazismu dengan lembaga, badan, majelis, ortom di Muhammadiyah adalah saling mensinkronkan program kerja dan kegiatan sebagai bagian dari OMOR (One Muhammadiyah One Respons).

Tentang hal tersebut Agus menjelaskan,”Lazismu memiliki 6 pilar program kerja (utama), penjabarannya tentu disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah/kantor layanan, karena dana yang dihimpun dari ummat – zakat, sedekah/infaq, dan dana sosial keagamaan lainnya – maka pendistribusian/tasyaruf sesuai dengan ketentuan syariah dan regulasi yang ada dan masing-masing kantor layanan/daerah memiliki program prioritas yang bisa jadi berbeda.”

Hal lain yang mengemuka dalam pertemuan ini adalah penyamaan persepsi terkait Data Informasi (Datin) Kebencanaan yang disampaikan oleh Tim MDMC Wilayah Jawa Timur.

“Kita hendaknya mulai tertib menyusun Sitrep atau Situasi Laporan Bencana, sesuai ketentuan Pimpinan Pusat sebagai awal dari datin yang cepat dan akurat, ini yang sedang kita bangun bersama,”  arahan Edi Suwito sebagai Koordinator Rayon 1 MDMC Jawa Timur.

Pengembangkan sistem pengelolaan data dan informasi kebencanaan yang efektif dan efisien yang mencakup kegiatan mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga rehabilitasi sangat diperlukan oleh MDMC  sebagai upaya pengurangan risiko bencana.



Di sela-sela kegiatan MDMC Rayon 1 Jawa Timur ini juga disajikan menu ikan bakar oleh Tim Lazismu Pacitan, dan ini menambah keakraban sesama Relawan Muhammadiyah yang berasal dari berbagai daerah.

[Ambyah].

 

Catatan :

Di lingkungan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur secara struktur organisasi formal adalah Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB), yang di lapangan lebih dikenal luas dengan sebutan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center).

 


 

Berangkat Haji, Ikut KBIH atau Tidak?

Ada pesan masuk dari teman yang diterima melalui aplikasi WA, “Mas, aku dapat undangan manasik haji dari KBIHU piye iki ? opo yo jelas berangkat tahun ngarep?”

KBIHU adalah akronim dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah dan sering cukup disebut KBIH adalah, lembaga yang terakreditasi, berfungsi menyelenggarakan bimbingan manasik, pelatihan, dan pendampingan bagi jemaah agar pelaksanaan ibadah haji maupun umrah yang dilakukan sesuai dengan syariat, sebagaimana disebut dalam Undang Undang Nomor 14 Tahun 2025 , Peraturan Menteri Agama Nomor 7 Tahun 2023 dan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 811 Tahun 2022.

Sampai dengan saat ini belum ada rilis dari Kementerian Haji dan Umrah RI, namun secara estimasi keberangkatan bisa dicek di website Kementerian Haji dan Umrah https://haji.go.id/data-informasi atau juga melalui aplikasi HAJISATU dan perlu diperhatikan juga bahwa Nomor Porsi, Kuota di provinsi/kabupaten/kota, dan Istitha'ah kesehatan haji ini adalah tiga pilar utama yang menentukan apakah seorang calon jemaah dapat berangkat haji atau tidak.

Secara mandiri bisa mengetahui estimasi keberangkatan dengan entry nomor porsi yang dimiliki pada website atau aplikasi di atas, kemudian menentukan sikap bisa menentukan pilihan ikut bergabung dengan KBIH ataukah tidak dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

Pertama, masalah tatacara pelaksanaan (manasik/fiqih) ibadah haji ataupun umrah sangat jarang atau bahkan tidak pernah disampaikan oleh para khatib, mubaligh atau penceramah pada momen-momen keagamaan, sehingga manasik haji menjadi benar-benar asing bagi sebagian besar ummat Islam.

Bagi jemaah yang baru pertama kali ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji/umrah adalah perlu kiranya masuk ikut bimbingan di KBIH.

Materi bimbingan tidak hanya tentang tata cara pelaksanaan rukun maupun syarat ibadah haji/umrah, akan tetapi memberikan materi tambahan lainnya semisal pemeliharan kesehatan selama di tanah suci, penjabaran aspek filosofis dan spiritual ibadah haji, kesiapan mental di negeri orang dan beberapa materi tambahan lainnya.

Pembimbingan di KBIH dilakukan dengan terstruktur dan massif baik secara teori maupun praktek.

Bagaimana jika sudah pernah melaksanakan haji/umrah ? Bisa jadi ada rasa kebosanan dan berpikir bahwa materinya hanya itu-itu saja, bukan karena takabur/sombong, tapi ada pertimbangan lain, mengikuti bimbingan di KBIH tidaklah gratis alias berbayar, dan juga ada alasan lain bahwa pemerintah (cq. Kementerian Haji dan Umrah) juga akan ada bimbingan manasik haji bagi semua jemaah haji yang telah melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).

Di era sekarang sangat mudah mendapatkan materi pembimbingan manasik haji dan umrah melalui media sosial, sebagai bahan pengayaan pengetahuan dan pemahaman.

Kedua, hendaknya jangan pernah menganggap bahwa KBIH laksana sebuah biro perjalanan yang all-in melayani jemaah, penyelenggara ibadah haji reguler adalah pemerintah.  

Ada kewenangan tertentu yang tidak dimiliki oleh KBIH, semisal proses pemeriksaan kesehatan hingga dinyatakan istitha’ah, pelunasan Bipih, proses pemvisaan, pengaturan keberangkatan berdasar kelompok terbang, penempatan hotel jemaah di Tanah Suci, pengaturan katering/konsumsi jemaah selama di Tanah Suci dan seterusnya.

Sesuai ketentuan undang undang, Pembimbing di KBIH – dengan syarat tertentu – dimungkinkan mendampingi jemaah bimbingannya sampai di Tanah Suci.

Namun demikian, di setiap kelompok terbang (kloter) sudah ada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter yang terdiri dari : Ketua, Pembimbing Ibadah, dan Tenaga Kesehatan yang menyertai jemaah dalam kelompok terbang, ketika di Tanah Suci juga terdapat petugas PPIH Arab Saudi yang siap memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jemaah yang dibentuk oleh pemerintah.

Ketiga, dalam pelaksanaan keberangkatan haji reguler – di daerah – secara administrasi jemaah akan dikelompokkan menjadi Rombongan dan Regu baik jamaah yang ikut bimbingan di KBIH dan yang tidak.

Untuk itulah – berdasarkan pengalaman – hendaknya jemaah yang tidak ikut bimbingan di KBIH untuk hal-hal tertentu segera menyesuaikan dengan kesepakatan yang ada di rombongan/regu masing-masing dengan koordinasi dengan Ketua Rombongan atau Ketua Regu, misal terkait dengan kegiatan/kebutuhan rombongan dan regunya.

Kenyataan di Tanah Suci di luar kegiatan yang rukun dan wajib, hampir semuanya diserahkan kepada masing-masing jamaah, jemaah bisa menyusun kegiatan sesuai dengan keinginan masing-masing dengan tetap memprioritaskan rukun dan wajib haji sesuai dengan kondisi jemaah sendiri.  

Jemaah haji ketika di Tanah Suci adalah Jemaah Haji Indonesia mempunyai hak dan kewajiban yang sama terkait dengan pembinaan, pelayanan dan perlindungan sehingga dapat menunaikan ritual ibadahnya sesuai dengan ketentuan syariat dengan efektif, berbasis data, aman, nyaman, efisien, dan terorganisir; serta mewujudkan kemandirian dan ketahanan dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

Mantabkan niat untuk melaksanakan ibadah haji dengan talbiyah, mengikuti bimbingan di KBIH atau tidak ada di tangan Anda….

"Labbaikallahumma labbaik. Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wan-ni'mata laka wal-mulk, laa syariika lak."

Semoga kita dimudahkan ke Tanah Suci melaksanakan ibadah haji atau umrah di Makkah dan ziarah ke Madinah. Aamiin.

[Ambyah]



















Catatan :

Narasi disusun sebagaimana penjelasan Agus Hadi Prabowo – yang berpengalaman menjadi Pegawai Pemerintah yang menangani Penyelenggaraan Haji dan Umrah selama 7 tahun, pernah menjadi Jemaah Haji/Umrah juga Petugas Haji – dan yang bersangkutan saat ini tidak terkait dengan pihak manapun yang berhubungan dengan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

 

Foto : https://www.detik.com/hikmah/foto/d-6801291/potret-tawaf-ifadah-jemaah-haji-di-masjidil-haram

 

 

 

 

 

 

Lazismu Bersama Masyarakat Antisipasi Krisis Air Bersih

Gayung bersambut, LAZISMU Pacitan mendukung program warga RT 01 RW 03 Dusun Ngetol Desa Widoro Kec. Pacitan untuk menginisiasi program pipanisasi dalam rangka menghadapi musim kemarau.

 

“Saat ini warga tetangga kami sudah mulai merasakan kesulitan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga,” ujar  Sumarwin warga Dusun Ngetol Desa Widoro.

 

Sumarwis menuturkan, sudah banyak sumur warga yang kering saat ini, biarpun daerahnya tidak jauh dari tanggul sungai Grindulu, hampir semua sumur warga sudah mulai kering, jika ditambah kedalamannya, air yang keluar keruh dan tidak layak konsumsi dan keperluan sehari-hari.

 

Untuk itulah ada inisiatif Ketua RT dan warga untuk mengalirkan air bersih lebih dekat dengan rumah warga dengan kegiatan pipanisasi dengan pengerjaan swadaya masyarakat dengan gotong royong.

 

Kegiatan pipanisasi dimulai pada Ahad (5/7) dengan mengadakan kerja bakti warga dengan pembuatan dasar landasan cor beton untuk tandon air yang terletak di samping sumur bor yang mengeluarkan air bersih layak konsumsi dan biasa digunakan warga sekitar saat musim kemarau panjang tahun-tahun yang lalu.

 

Diharapakan setelah selesai pembuatan tandon air maka air akan dialirkan dengan pipa PVC ke tempat yang memungkinkan warga mudah menjangkaunya, panjang pipa PVC yang dibutuhkan 150 meter dengan penambahan beberapa kran air.

 

“Agar supaya warga mudah mendapatkan air bersih maka akan dibuat beberapa kran umum yang bisa dimanfaatkan warga untuk mengakses air bersih dengan program pipanisasi sejauh 150 meter dari sumber air bersih ini, “ ujar Ketua RT 01 RW 03 Dusun Ngetol Desa Widoro Pacitan.

 

Berbekal informasi adanya inisiatif warga untuk antisipasi kekurangan air bersih Lazismu Pacitan memberikan dukungan berupa pengadaan pipa PVC diameter 1 dim sepanjang 150 meter.

 

“Kami apresiasi adanya kegiatan warga Dusun Ngetol ini untuk mengantisipasi kekurangan air bersih untuk menghadapi musim kemarau nanti, yang menurut informasi BMKG tahun ini musim kering akan lebih panjang dan ekstrim dibanding tahun-tahun sebelumnya, yang kami berikan 150 meter pipa PVC untuk mengalirkan air bersih, tidak ada apa-apanya dengan usaha dan upaya masyarakat untuk mengantisipasi kesulitan akses air bersih di saat diperlukan,” ujar Agus Hadi Prabowo, Ketua PD Lazismu Pacitan saat menyerahkan pipa PVC ke warga.

 

Pipanisasi yang dilakukan ini diharapkan dapat menjangkau 70 KK – 250 jiwa – sebagai penerima manfaat adanya pipanisasi ini.

 

Atas nama warga Renjana Wahyu Utomo – Ketua RT 01 RW 03 Dusun Ngetol Desa Widoro Pacitan – mengucapkan terima kasih atas peran serta Lazismu dalam kegiatan warga untuk kemudahan akses air bersih.

 

“Atas nama warga, saya mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Pacitan atas bantuan yang diberikan, pipanisasi yang kami lakukan ini diharapkan dapat menjangkau 70 KK (250 jiwa), sehingga warga mudah mendapatkan air bersih, terima kasih Lazismu,” ujar Renjana Wahyu Utomo, Ketua RT 01 RW 03 Dusun Ngetol Desa Widoro Kecamatan Pacitan.

Proses pipanisasi air bersih di Dusun Ngetol ini terus dikerjakan dan melibatkan seluruh warga masyarakat penuh dengan kebersamaan dan gotong royong.

 

Semoga kehadiran Lazismu di tengah aktifitas warga menyelesaikan dan mengurai permasalahan yang akan dihadapi menguatkan dampak kebermanfaatan bagi warga masyarakat.

 

“24 tahun LAZISMU mengabdi, terus menguatkan dampak untuk negeri, kegiatan hari ini hadir bersama masyarakat adalah bagian dari kegiatan Milad Lazismu ke-24 semoga tetap menguatkan dampak untuk negeri dan terus memberi untuk negeri, terima kasih kepada muzakki, munfiq dan donatur Lazismu atas kepercayaan yang diberikan selama ini,” pungkas Agus Hadi Prabowo.

 

Di tengah ancaman "Godzilla El Nino" yang semakin nyata, kebutuhan akan akses air bersih menjadi kian mendesak, dan inilah momentum tepat bagi kita untuk menunjukkan kepedulian nyata untuk membantu sesama dengan menghadirkan solusi melalui program Sedekah Air Bersih bersama Lazismu Pacitan.

[Ambyah]

Lazismu Pacitan - Bank BSI

Rekening Kemanusiaan : 7788812137

Konfirmasi Transfer : 085335366070

Jl. Cokroaminoto no. 15 Pacitan

https://lazismupacitan.org

Bersedekah di Saat Ekonomi Tidak Menentu


Infak
adalah tindakan mengeluarkan atau membelanjakan sebagian harta yang dimiliki/kuasai untuk kebaikan di jalan Allah SWT, sementara sedekah memiliki makna yang jauh lebih luas, mencakup segala bentuk kebaikan, pertolongan, maupun pemberian yang dilakukan secara ikhlas, baik berupa harta benda maupun non-materi.

Konsep sedekah yang dilaksanakan ini adalah bentuk amal ibadah dan amal kebaikan, yang sangat dianjurkan dalam Islam dengan ragam perbuatan yang lebih luas daripada zakat atau infak.

Sedekah dalam bentuk harta ataupun bentuk lain dapat dilakukan kapanpun dan situasi apapun, termasuk dikala susah dalam situasi ekonomi sulit, sedekah tidak dikaitkan dengan jumlah dan waktu dari harta yang dimiliki secara langsung.

Memang berat dan tidak mudah, sedekah harta di masa ekonomi sulit, namun justru di situlah letak keutamaannya yang luar biasa, sedekah yang kita lakukan menjadikannya bukti ketakwaan dan keteguhan iman kepada Allah SWT.

Dari Abu Hurairah dan ‘Abdullah bin Hubsyi Al Khots’ami, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya sedekah mana yang paling afdhol. Jawab beliau,

جَÙ‡ْدُ الْÙ…ُÙ‚ِÙ„ِّ

“Sedekah dari orang yang serba kekurangan.” (HR. An Nasai no. 2526. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Hadits di atas ada beberapa tafsiran, ada ulama yang mengatakan maksudnya adalah keutamaan sedekah saat susah; ada pula yang mengatakan bahwa sedekah tersebut dilakukan dalam keadaan hati yang senantiasa “ghina” yaitu penuh kecukupan.

Ada juga yang mengatakan maksudnya adalah bersedekah dalam keadaan miskin dan sabar dengan kelaparan.

Dalam beberapa riwayat hadits yang menyatakan keajaiban sedekah di saat sulit adalah sebagai : penguat iman, pembuka pintu rezeki tak terduga, penghapus dosa, dan penolak bala, karena menunjukkan ketawakalannya kepada Allah SWT meskipun dalam kekurangan, yang dijanjikan akan dibalas dengan kelapangan, keberkahan, ketenangan batin, dan pahala berlipat ganda, bahkan lebih besar dari sedekah saat lapang.

Kadang hidup terasa berat, penghasilan pas-pasan, kebutuhan terus bertambah, dan hati pun lelah mencari cara agar semua tetap terpenuhi. Namun di titik itulah Allah SWT sedang menguji bukan soal seberapa banyak yang kita punya, tapi seberapa besar keyakinan kita kepada-Nya

Karena sedekah bukan tentang nominal, tapi tentang hati - bukan tentang cukup atau tidak cukup, tapi tentang percaya bahwa Allah tidak pernah mengecewakan hamba yang berbaik sangka.

Tangan yang memberi walau sedang kesulitan, adalah tangan yang kelak akan Allah cukupkan… bahkan berlipat-lipat dari arah yang tak disangka-sangka.

Sedekah saat sulit adalah investasi spiritual yang luar biasa, menunjukkan kualitas ketaatan yang tinggi dan dijanjikan balasan setimpal dari Sang Pemberi Rezeki.

Semoga Allah lapangkan rezeki, kuatkan langkah, berkahkan hidup, dan mudahkan setiap urusan kita. Aamiin


Rekening Lazismu Pacitan - Bank BSI

Zakat : 7258646015

Infaq : 7258646287

Rekening Kemanusiaan : 7788812137


Konfirmasi Transfer : 085335366070

Jl. Cokroaminoto no. 15 Pacitan

https://lazismupacitan.org







 

Sumber tulisan/artikel di atas, pernah diterbitkan https://www.grahadhuafa.org/blog/sedekah-dikala-susah-berat-dan-tidak-mudah dan https://rumaysho.comhttps://rumaysho.com/5740-sedekah-saat-susah.html/5740-sedekah-saat-susah.html

 

Search