Selamat Datang Jemaah Haji, Sebuah Puisi
HAJI, Puisi A.R. Loebis
Haji adalah
niat
Haji adalah
panggilan
Haji adalah
keikhlasan
Haji adalah
kesabaran
Haji adalah
kebesaran derajat yang dilimpahkan Allah
Atau hanya
ingin dipanggil Pak Haji
Iblis terus
menari-nari
Bahkan kepada
undangan Allah
Tapi manasik
haji adalah panggilan
Ketawakkalan
kepada Illahiah
Persatuan antar
ummat Islam sedunia
Di Haramain:
Iblis kelihatan sangat kecil, hina dan marah,
Karena amat
banyak rahmat bertebaran
Serta
pengampunan dosa dari Ya Afuwwu Yang Maha Pemaaf.
Haji adalah
anugerah.
Haji adalah Labbaik Allohumma Labbaik
Ketika Nabi
Ibrahim AS mendapat titah dari Allah
Untuk
mengumandangkan haji kepada manusia
Ia
berkata: Wahai Tuhanku, suaraku tidak akanmencapai mereka
Allah SWT
menjawab: Kumandangkan saja. Aku akanmenyampaikannya.”
Masya Allah, Ia menyampaikan undangan langsung
Pantasan
setahun sebelum berangkat aku selalu berlinang air mata
Terlebih ketika
aku dinyatakan mendapat porsi ke Tanah Suci
Aku tak putus
berdoa, solat sunnah berakaat-rakaat,
Mendengar azan
aku menangis, berdoa dimana pun hati bergetar
Sampai akhirnya
aku tiba di Haramain.
Begitu banyak
yang sudah mendapat porsi tapi tetap tak berangkat
Aku bahagia,
Alhamdulillah
Haji mabrur adalah haji sesudah pulang ke negara masing-masing
Ada kisah,
ribuan haji tak diterima Allah,
padahal mereka
sedang di Tanah Suci
pasalnya
uangnya haram
niatnya palsu
hidup penuh
riya
hanya ingin
dipanggil Pak atau Bu Haji
sementara ada
orang yang niat haji tapi tak jadi ke Makkah
sudah mendapat
pahala umroh dan haji,
pasalnya uang
haji mereka digunakan untuk
kemaslahatan
ummat yang membutuhkan
Haji mabrur hanya Allah yang mengetahui
Tapi ada ciri,
berperilaku lebih baik, memiliki kepedulian sosial
Menyebar
kedamaian, santun bertutur kata
Zuhud terhadap
dunia mengutamakan akhirat.
Ya Haadii Yang Maha Memberi Petunjuk
Jagakanlah
akhlakul karimah kami
Taqarrub kami
kepadaMu
Tadabbur
(pelajaran dari pengalaman)
Tafakkur
(berpikir)
Tasamuh
(toleransi)
Ta’awun,
taliqul wajhi (tolong menolong)
Twashowbil haq
tawashow bi alshabri (saling mengingatkan)
Dan qanaah
(lapang dada) kami kepadaMu
Haji bukan gelar bukan panggilan secara horizontal
Tapi panggilan
secara vertikal
Berhaji adalah
bukti kecintaan Allah kepada hambaNya
Ia tunjukkan
langsung yang dirasakan aneh oleh manusia
Yang sombong
sudah hapal jalan tiba-tiba kesasar
Yang sombong
makanan tak enak, tiba-tiba sakit perut
Yang jijik
melihat orang muntah, tiba-tiba muntah
Yang tidak
punya uang tiba-tiba ada uang dalam tasnya
Yang berlagak
sehat di depan orang sakit, tiba-tiba sakit
Yang bilang
tidak punya uang kepada pengemis, tiba-tiba kehilangan uang
Ada yang selalu
ingin bunuh diri
Ada yang ingin
mati tapi tak mati hingga pulang
Ada yang segar
fisiknya tiba-tiba sakit dan meninggal
Ada yang terus
ingin buang air kecil setelah di dalam Masjid Haram
Ada yang terus
menerus kehilangan sandal
Haji bukan gelar
Haji adalah
panggilan Allah
bukan panggilan
bagi yang pulang dari Makkah
Haji adalah
niat
Haji adalah
keikhlasan
Haji adalah
kesabaran
Haji adalah
undangan
Haji adalah
miqot
Haji adalah
gambaran kematian
“miqot” dan
“ihrom” sebagai hijrah
dari dunia ke
alam sesudahnya.
Haji adalah
memotong khewan qurban
Haji adalah
mabid di Mina, lempar jumroh dan tahallul.
Haji adalah
tawaf
Pergerakan
memutar manusia dengan alam semesta
Dengan seluruh
makhluk ciptaanNya
Ketika Ibrahim
AS mengumumkan tentang haji
dan adanya
Rumah Allah
maka semua
makhluk
dari golongan
manusia, jin, pepohonan, tanah, gunung, air
dan segala
sesuatu yang mendengar, dengan serentak menjawab:
“Labbaika
Allohumma Labbaika…”
Semua bergerak
searah dengan tawaf malaikat di langit ketujuh
Haji adalah wukuf di Arafah
Perhentian
gerak memusatkan pikiran kepadaNya
Jutaan manusia
dari lima benua datang memuja satu Tuhan
Memohon ampunan
dijauhkan dari siksa api neraka
Ini persatuan
manusia se-dunia
Menakutkan bagi
musuh-musuh
Tak bisa
dinilai dengan pertemuan dunia
Seperti
Olimpiade, liga atau temu internasional lain
Aku dekat,
aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa
Apabila ia
memohon kepadaKu (al-Baqaroh: 186)
Haji tak selalu dikaitkan dengan uang
Ada haji tukang
bubur, ada hajjah tukang pijat
Setelah berhaji
semua jamaah melebar
Lingkaran
rotasi menjauh
Jarak memanjang
Kembali ke
asal, Jakarta – Jeddah 7.997,95 km
Jauh dari
elektromagnetik ngung ngung ngung Ka’abah
Jauh dari surga
dunia, dunia surga
Tapi haji yang sebenarnya adalah haji mabrur:
Tidak ada
balasan baginya kecuali Al-Jannah.
Tetapkanlah dan
mabrurkanlah
Haji kami Ya
Fattah
Yang Maha Kuasa
Membuka Perbendaharaan RahmatNya.
***
Tanah Haram,
2012.
Artikel/Puisi
ini sudah tayang dengan judul "HAJI, Puisi A.R. Loebis”
Baca selengkapnya di: https://www.mimbar-rakyat.com/detail/haji-puisi-r-loebis/
